Infobengkulu.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Aula Kanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (25/6). Mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas melalui penyaluran bantuan sosial dan penguatan dukungan moral.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang digagas Kementerian Agama RI dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Bengkulu, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dharma Wanita Persatuan, serta jajaran Kemenag kabupaten dan kota.
Wakil Ketua III dan IV Baznas Provinsi Bengkulu, Meriani, S.Ag., menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Agama yang terus memperkuat sinergi dalam penyaluran zakat dan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran Kemenag atas penyaluran zakat ke Baznas. Namun penyalurannya sendiri tidak sepenuhnya milik Baznas. Saat ini kita merasakan manfaat dari 300 paket bantuan sembako dari Baznas yang disalurkan melalui Kemenag,” ujar Meriani.
Ia menambahkan bahwa Baznas akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Baznas selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat sesuai dengan program Bapak Gubernur, yaitu Bantu Rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefuddin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan menjelang bulan Muharram, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendampingi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Ini adalah kegiatan Lebaran Yatim yang digagas Kementerian Agama dan dilaksanakan serentak se-Indonesia. Di Provinsi Bengkulu juga dilakukan serentak di seluruh Kemenag kabupaten dan kota. Ini bentuk kepedulian dan gerakan nasional untuk memastikan anak-anak yatim merasa diperhatikan,” kata Saefuddin.
Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak hanya dilakukan melalui pembagian bantuan, tetapi juga dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan sosial dan pembinaan.
“Harapannya anak-anak yatim kita merasa bahwa mereka tidak sendiri. Banyak yang memberikan dukungan kepada mereka dan dipastikan Kementerian Agama selalu hadir bersama mereka,” ujarnya.
Di Kanwil Kemenag Bengkulu sendiri, sebanyak 300 paket bantuan disalurkan kepada penerima manfaat. Jika digabungkan dengan bantuan yang disalurkan Kemenag kabupaten/kota serta gerakan sosial Dharma Wanita Persatuan, jumlah bantuan yang diberikan mencapai ribuan paket.
Ketua Panitia Lebaran Yatim 1448 H yang juga Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Hj. Septy Veronica, SE, M.Si., mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas semua dukungan dan doakan kegiatan ini bisa terus berlanjut. Seperti pesan Bapak Kakanwil, jangan biarkan anak-anak yatim piatu merasa sendiri,” tutup Septy.(Red)

