in ,

​Sekda Bengkulu: Almarhum H. Syahili Berjuang Dengan Tenaga, Pikiran Dan Harta Untuk Lebong Jadi Daerah Otonom

Infobengkulu.com – Suasana haru dan penuh khidmat masih menyelimuti kediaman almarhum H. Syahili di Desa Suka Datang, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong. Pada Jumat (26/6) malam, ratusan pelayat memadati rumah duka untuk menghadiri takziah malam kedua. Almarhum dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting presidium pemekaran Kabupaten Lebong sekaligus ayahanda dari mantan Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Syahili.

​Kegiatan takziah ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Kehadiran mereka merupakan bentuk penghormatan terakhir atas jasa, dedikasi, dan pengabdian besar yang telah diberikan almarhum semasa hidupnya bagi kemajuan daerah.

​Kehadiran Para Tokoh dan Pejabat Daerah

​Mewakili Gubernur Bengkulu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri (atau pejabat berwenang), hadir didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Lebong, sejumlah anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pejabat tinggi ini menjadi wujud belasungkawa yang mendalam sekaligus dukungan moril bagi keluarga besar yang ditinggalkan.

​Dalam penyampaian kata sambutannya, perwakilan pemerintah mengenang sosok H. Syahili sebagai figur pejuang yang gigih. Beliau memiliki andil besar dalam sejarah panjang perjuangan pembentukan Kabupaten Lebong hingga berhasil menjadi daerah otonom baru yang mandiri.

​”Beliau adalah tokoh yang berjuang keras agar Kabupaten Lebong bisa mekar. Kami tahu betul bagaimana kiprah orang tua kita ini memperjuangkan daerah ini dengan mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, hingga harta benda. Dedikasi beliau patut menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.

​Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan mulia di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.

​Apresiasi dari Pihak Keluarga

​Mewakili keluarga besar, Rosjonsyah Syahili menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir. Ia merasa terharu atas besarnya perhatian yang diberikan kepada almarhum ayahandanya.

​”Kami sekeluarga sedang berduka, namun kehadiran serta doa-doa yang tulus dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat memberikan kekuatan tersendiri bagi kami. Terima kasih atas perhatian yang luar biasa ini,” ungkap Rosjonsyah dengan nada bergetar.

​Pesan Khidmat dari Tausiyah

​Sementara itu, dalam tausiyah singkatnya, Ustaz Ahmad Farhan mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk merenungkan arti kehidupan dan menjadikan kematian sebagai pengingat terbaik agar senantiasa meningkatkan amal ibadah.

​”Apapun nikmat dan titipan yang diambil oleh Allah, ucapkanlah Alhamdulillah. Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian, karena ia akan selalu bersiap agar bisa kembali dalam keadaan husnul khotimah. Dunia ini hanyalah tempat meninggal, bukan tempat kita tinggal,” tutur sang Ustaz.

​Acara takziah malam kedua ini ditutup dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana kekeluargaan yang erat mewarnai penutupan acara, sekaligus menegaskan bahwa jasa perjuangan H. Syahili akan selalu hidup di hati masyarakat Kabupaten Lebong.

Apa Pendapat Anda?

Serentak Nasional, Kemenag Bengkulu Rayakan Lebaran Yatim Dan Penyandang Disabilitas Dengan Berbagi Sembako