in ,

Dua Sekolah Di Bengkulu Rebut Tiket Nasional Liga Merah Putih Ke Bandung

Infobengkulu.com — Dua Sekolah Dipastikan melaju ke tingkat nasional pada liga Merah putih 2026. Sebanyak 31 tim sekolah dasar (SD) dari berbagai penjuru Provinsi Bengkulu bertarung dalam ajang Sultan Baktiar Najamudin Cup Liga Merah Putih Regional Bengkulu 2026 di Lapangan Mini Soccer Alfida, Kota Bengkulu.

​Kompetisi sepak bola usia dini yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (4–6 September 2026), ini menyajikan persaingan ketat di dua kelompok umur, yaitu KU-10 dan KU-12.

​Didukung langsung oleh Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, turnamen ini mendobrak pola lama pembinaan usia dini. Jika mayoritas kejuaraan berfokus pada akademi atau sekolah sepak bola (SSB), ajang ini memberi wadah antar-sekolah dasar untuk unjuk kemampuan secara formal.

​Hasil Akhir dan Wakil ke Tingkat Nasional

​Laga puncak menghasilkan pertarungan sengit di kedua kategori usia:

  • Kategori Usia 10 Tahun (KU-10)
    • Juara 1: SDIT Ruhul Jadid Bengkulu Utara (Lolos ke Putaran Nasional)
    • Runner-up: MIN 1 Kota Bengkulu
  • Kategori Usia 12 Tahun (KU-12)
    • Juara 1: SDIT Iqra 2 Bengkulu (Lolos ke Putaran Nasional)
    • Runner-up: MIN 1 Kota Bengkulu

​Kedua kampiun tersebut resmi mengantongi tiket untuk mewakili Provinsi Bengkulu pada ajang bergengsi Liga Merah Putih Nasional.

​Panggung Karakter dan Bakat dari Sekolah

​Ketua Pelaksana sekaligus Operator Liga Merah Putih Regional Bengkulu, Ahmad Ansori, menegaskan pentingnya membangun jalur pembinaan langsung dari institusi pendidikan.

​“Selama ini kompetisi sepak bola usia dini lebih banyak menggunakan format klub. Liga Merah Putih mencoba menghadirkan panggung khusus bagi sekolah dasar. Anak-anak ini belajar sportivitas, menang, kalah, dan berani bermimpi menjadi pemain profesional,” kata Ahmad.

​Dukungan serupa ditekankan oleh Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin. Ia menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan kompetisi agar potensi bibit muda daerah tidak layu sebelum berkembang.

​“Pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan. Harus dimulai dari bawah, dari usia SD. Kalau ada bakat, jangan sampai berhenti hanya karena ketiadaan wadah kompetisi,” tegas Sultan.

​Selain atmosfer pertandingan yang kompetitif, antusiasme masyarakat tercatat tinggi dengan kehadiran sekitar 1.000 penonton, termasuk orang tua, guru, dan para pendukung. Perhelatan ini juga mendapat dukungan resmi dari jajaran Dinas Pendidikan setempat.(Red)

Apa Pendapat Anda?

Genpro Bengkulu Goes To Campus Dorong Mahasiswa Miliki Mental Wirausaha

Pengprov TI Bengkulu Fokus Siapkan Atlet Berprestasi Level Nasional