in

Begini Respon Kepala SPPG Regional Bengkulu Usai Porsi MBG Disorot Warganet

Oplus_16908288

Infobengkulu.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu kembali menjadi perhatian publik setelah unggahan foto porsi makanan yang dibagikan viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, warganet mempertanyakan kesesuaian isi paket dengan anggaran yang disebutkan.

Dilansir dari Bengkulutoday.com, Kepala Regional SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Bengkulu, Gloria Erysa Meilinda Situmorang, memberikan klarifikasi atas polemik yang berkembang. Ia menyebut penilaian yang beredar di media sosial dinilai tidak proporsional karena hanya didasarkan pada satu foto tanpa melihat keseluruhan komponen dan perhitungan gizi.

“Sebagian netizen berupaya mencari-cari kesalahan hanya berdasarkan satu foto. Padahal tidak semua komponen dijelaskan secara detail,” ujarnya.

Polemik bermula dari unggahan yang memperlihatkan porsi besar MBG berisi satu bungkus roti, satu butir telur rebus, satu kotak susu, satu kue kacang, serta tiga butir kurma. Paket tersebut disebut bernilai Rp10.000.

Sementara porsi kecil terdiri dari roti, satu butir telur ayam atau empat butir telur puyuh, dan tiga butir kurma dengan anggaran Rp8.000 per porsi.Unggahan itu memicu berbagai komentar warganet yang mempertanyakan transparansi anggaran dan kualitas distribusi program. Sebagian menilai isi paket belum mencerminkan nominal biaya yang disebutkan.Gloria menegaskan bahwa penyusunan menu MBG tidak bisa dinilai hanya dari tampilan visual, melainkan berdasarkan standar kebutuhan gizi yang telah ditetapkan.

Untuk porsi besar, termasuk bagi ibu hamil dan ibu menyusui, menu tersebut telah melalui perhitungan nilai gizi yang sesuai standar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial tanpa melihat konteks secara menyeluruh. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program ke depan.

“Terima kasih atas perhatian masyarakat. Ini menjadi evaluasi agar pelaksanaan MBG semakin baik dan tepat sasaran,” tutupnya.(Red)

Apa Pendapat Anda?

Tiru Jogokariyan, Kolaborasi DKM dan Rabbaniyyin Care Diapresiasi Pemerintah