Infobengkulu.com – Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi bergerak cepat membantu penanganan banjir yang melanda Kabupaten Lebong. Legislator yang akrab disapa ESD itu turun langsung ke lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Kehadiran ESD di tengah bencana banjir mendapat perhatian warga karena menjadi salah satu legislator pertama yang turun langsung meninjau kondisi masyarakat serta kerusakan infrastruktur akibat banjir.
ESD mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan setelah dirinya menerima banyak laporan masyarakat melalui media sosial terkait kondisi banjir di Lebong.
“Hari ini sebenarnya saya turun berdasarkan banyak sekali laporan masyarakat. Dari media sosial masyarakat Lebong meminta bahwa bagaimana kemudian ini bisa dibantu,” ujar ESD.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, ESD langsung berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja, termasuk Balai Wilayah Sungai Sumatera VII dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Yang pertama sekali karena saya berada di Komisi V, sehingga saya pikirkan saya mengordinasi langsung dengan mitra kerja saya, BWSS 7. Kemudian saya telpon juga Pak Sekda Provinsi, saya bilang ayo kita buat sesuatu bagaimana kemudian bisa melakukan perbaikan-perbaikan terutama yang berhubungan dengan Komisi V, bahwa infrastruktur,” katanya.
Menurutnya, dalam situasi bencana seluruh pihak harus mengedepankan keselamatan masyarakat tanpa mempersoalkan batas kewenangan wilayah kerja.
“Ketika kita sudah bicara bahwa ada bencana dan ada keselamatan masyarakat yang kemudian berbahaya, yang harus kita lakukan gerakan cepat, maka kita tidak bicara soal batas kerja atau batas wilayah,” tegasnya.
Selain membawa bantuan pribadi, ESD juga mengoordinasikan dukungan dari berbagai pihak seperti Pelindo, perbankan BUMN, hingga BPBD Provinsi Bengkulu untuk membantu masyarakat terdampak.
“Maka saya menginisiasi, saya telpon beberapa mitra kerja saya, kemudian mengumpulkan beberapa bantuan. Ini juga dari saya sendiri, kemudian dari mitra kerja saya ada dari Pelindo, ada juga dari BUMN, Bank Syariah Indonesia, ada juga dari BPBD Provinsi,” ujarnya.
Tak hanya bantuan logistik, alat berat berupa ekskavator juga telah diterjunkan ke sejumlah titik untuk memperbaiki kawasan terdampak banjir dan menjaga akses infrastruktur masyarakat.
“Saya telpon wilayah Sungai Tujuh, saya telpon siapkan ekskapator, dan hari ini, kemarin sudah dikirim, sudah bekerja malah, sudah dilaporkan beberapa titik yang sudah diperbaiki,” jelasnya.
ESD menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat dan kolaboratif demi melindungi masyarakat dari dampak yang lebih besar.
“Maka atas dasar ini kita tidak bekerja berdasarkan wilayah, tapi kita bekerja memprioritaskan keselamatan masyarakat,” tutupnya.(Red)

