Infobengkulu.com – Persoalan irigasi dan jalan usaha tani menjadi keluhan utama warga saat kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2026 yang digelar Nuzuludin, S.E., Anggota Banggar DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediamannya di Jalan Danau, Kelurahan Panorama, Senin (16/2).Dalam dialog bersama masyarakat, para petani menyampaikan kondisi siring sawah dan jaringan irigasi yang dinilai belum optimal.
Saluran air yang rusak dan dangkal membuat distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal, terutama saat musim tanam.Menanggapi hal itu, Nuzuludin mengatakan bahwa persoalan irigasi memang menjadi salah satu perhatian utama warga dalam reses kali ini.
“Tadi berkenaan dengan siring sawah, memang banyak sekali yang disampaikan. Ini akan kita bicarakan dengan pemerintah agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain irigasi, warga juga kembali menyoroti jalan usaha tani yang sudah diusulkan sejak tahun 2021 namun belum terealisasi sepenuhnya. Jalan tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar akses petani mengangkut hasil panen.Menurut Nuzuludin, sebagian usulan sebenarnya sudah mulai mendapatkan titik terang.
“Mulai tahun ini sebenarnya sudah diakomodir, sudah kita bicarakan dengan pemerintah. Insyaallah tahun 2026 akan diakomodir. Mungkin ada satu sampai dua titik yang akan direalisasikan terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspirasi masyarakat tidak hanya disampaikan melalui forum resmi reses, tetapi juga melalui pesan singkat dan komunikasi langsung sehari-hari.
“Kadang-kadang masyarakat ini datang atau menyampaikan lewat WhatsApp. Semua tetap akan kita tampung dan kita bicarakan dengan pemerintah,” katanya.
Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bengkulu, Nuzuludin menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan masyarakat agar dapat masuk dalam pembahasan anggaran dan program prioritas pemerintah daerah.
Reses ini menjadi momentum penting bagi warga di dapilnya untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, khususnya sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Dengan adanya komunikasi yang intens antara wakil rakyat dan pemerintah, diharapkan persoalan irigasi dan jalan usaha tani dapat segera terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan para petani.(Red)

