Infobengkulu.com – Kolaborasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman bersama LAZ Rabbaniyyin Care dalam menghadirkan Kampoeng Ramadhan Merah Putih mendapat apresiasi dari pemerintah.
Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya memakmurkan masjid sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.Peresmian kegiatan dilakukan pada Kamis sore (19/2) oleh Camat Singaran Pati, Alex Periansyah.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas inisiatif yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Lingkar Timur.
“Kita sangat mengapresiasi DKM Nurul Iman dan Rabbaniyyin Care yang telah mewujudkan Kampoeng Ramadhan ini. Ini ide yang sangat baik dan patut didukung seluruh umat muslim,” ujar Alex.
Menurutnya, program tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing, yang tengah menggalakkan program RISMA (Remaja Islam Masjid) bekerja sama dengan Baznas.
Bahkan, Pemkot Bengkulu berencana menggelar lomba RISMA antar kecamatan dengan hadiah umroh sebagai bentuk motivasi bagi generasi muda untuk aktif memakmurkan masjid.
Sementara itu, Ketua DKM Nurul Iman, Imran Hasyim, menjelaskan bahwa konsep Kampoeng Ramadhan terinspirasi dari pengelolaan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang dikenal aktif dan mandiri dalam pemberdayaan jamaah.
“Kita memang terinspirasi dari Jogokariyan, tetapi tetap kita sesuaikan dengan karakter masyarakat Bengkulu. Tidak semuanya bisa diterapkan sama, jadi kita modifikasi agar cocok dengan kultur di sini,” jelasnya.
Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari buka puasa bersama 100–150 porsi setiap hari, pesantren kilat untuk anak-anak, hingga program remaja bertajuk “Saturday Night” setiap malam Minggu selama Ramadhan.
Pada 10 malam terakhir, panitia juga menyiapkan sahur bersama untuk jamaah.Pendanaan kegiatan bersumber dari donasi jamaah dan dukungan berbagai pihak. Tahun ini, panitia menargetkan anggaran Rp150 juta dengan target 500 donatur, dan hingga saat ini telah terkumpul 139 donatur.
Dengan konsep “kampung” yang melibatkan seluruh elemen—anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia—Kampoeng Ramadhan Merah Putih diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus ruang kolaborasi umat yang berdampak luas bagi masyarakat.(Red)

