Infobengkulu.com – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Liga Taekwondo Bengkulu Series 1 Tahun 2026 Piala Ketua DPD RI resmi dibuka dengan diikuti sekitar 600 atlet dari berbagai daerah.
Ajang ini digelar selama dua hari, 1–2 Mei 2026, dan menjadi salah satu momentum penting dalam pembinaan atlet taekwondo di Bengkulu.
Ketua panitia pelaksana, Sabeum Fredi, menyampaikan bahwa ratusan peserta yang ambil bagian tidak hanya berasal dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, tetapi juga dari sejumlah daerah luar provinsi seperti Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Jambi.
“Jumlah peserta yang berpartisipasi sekitar 600 atlet. Mereka bertanding mulai dari kategori prakadet, kadet, junior hingga senior,” ujar Fredi.
Ia menjelaskan, khusus kategori senior, kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk memetakan potensi atlet Bengkulu yang akan dipersiapkan menghadapi Babak Kualifikasi PON (BKPON) serta PON yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Target kita untuk senior adalah melihat potensi atlet taekwondo Bengkulu agar mampu bersaing di BKPON hingga PON di NTB dan NTT nanti. Kita harapkan dari kegiatan ini lahir atlet-atlet yang mampu membawa Bengkulu ke level nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Provinsi Bengkulu, Sri Astuti, S.Pd., SD., menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet secara menyeluruh.
“Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan prestasi atlet sekaligus silaturahmi untuk mempererat persatuan antar insan taekwondo. Kejuaraan ini juga menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan mental bertanding serta menjunjung tinggi nilai sportivitas, disiplin, dan rasa hormat sesuai filosofi taekwondo,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan menjaga nama baik daerah masing-masing.
“Bertandinglah dengan semangat, jaga nama baik dojang, klub, dan kabupaten masing-masing, serta junjung tinggi fair play. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi,” pesan Sri Astuti.
Di akhir acara pembukaan, Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, yang diwakili oleh Kepala Biro Persidangan DPD RI, Untung Putra Jaya, M.M., menyampaikan permohonan maaf karena ketua DPD RI tidak dapat hadir secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa Ketua DPD RI harus menjalankan tugas negara ke luar negeri secara mendadak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPD RI yang sedianya hadir, namun karena ada tugas negara yang mendesak ke luar negeri, beliau tidak dapat membuka acara ini secara langsung,” ujar Untung.
Meski demikian, pihak DPD RI tetap memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini sebagai bagian dari upaya membangun prestasi olahraga nasional, khususnya di cabang taekwondo.(Red)

