in

Bengkulu Terima Rp3,7 Milyar Hibah Luar Negeri Untuk Konservasi Hutan

Infobengkulu.com — Kebijakan Efisiensi Dan Pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD) tidak menghentikan upaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu dalam menjalankan program pembangunan kehutanan.

Melalui inovasi pembiayaan, DLHK berhasil mengakses sejumlah dukungan hibah dari luar negeri, salah satunya senilai Rp3,7 miliar untuk program konservasi hutan.

Dukungan tersebut diperoleh setelah Provinsi Bengkulu ditetapkan sebagai Implementing Partner dalam program FOLU Net Sink 2030.

Pendanaan ini ditujukan untuk memperkuat kegiatan pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Safnizar, S.Hut, M.P, menjelaskan bahwa langkah mencari sumber pendanaan alternatif merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Bengkulu di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Ia menilai, inovasi dalam mencari sumber pembiayaan diperlukan agar pembangunan sektor kehutanan tetap memperoleh dukungan meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas.

“Menindaklanjuti arahan bapak gub bahwa dalam kondisi APBD yg terbatas (efisiensi) maka kita perlu melakukan inovasi dalam bekerja, DLHK melakukan langkah-langkah dengn mengakses dana hibah dari luar negeri untuk dapat membiayai kegiatan pembangunan kehutanan di provinsi Bengkulu,” Ujar safnizar.

Hibah Rp3,7 Miliar Dukung Konservasi Hutan

Pendanaan melalui program FOLU Net Sink 2030 akan dimanfaatkan untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan lestari di Provinsi Bengkulu.

Pelaksanaan program ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi kekayaan hayati, serta mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Komitmen kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Tim Pengelola Project FOLU Net Sink 2030 dan Kepala DLHK Provinsi Bengkulu.

Penandatanganan sekaligus serah terima dilaksanakan di Hotel Grand Savero, Kota Bogor, pada 20 Oktober 2026.

Safnizar berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program pelestarian hutan sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat Bengkulu.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan upaya pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di Provinsi Bengkulu semakin optimal serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” ujarnya.

Empat Program Hibah dengan Nilai Pendanaan Berbeda

Selain FOLU Net Sink 2030, DLHK Provinsi Bengkulu juga mengakses sejumlah program hibah internasional lainnya. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan kehutanan dan lingkungan hidup.

Berdasarkan keterangan Safnizar, terdapat empat program pendanaan yang telah diperoleh atau sedang dalam proses, yakni:

  1. RBP GCF Output II: sebesar US$750 Ribu dan sudah berjalan.
  2. BFM: sebesar Rp22 miliar dan sedang berjalan.
  3. FOLU NC 4: sebesar Rp3,7 miliar dan baru menyelesaikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
  4. SPARE: sebesar US$6.000.000 dan masih dalam proses melengkapi administrasi.

Keberadaan program-program tersebut memperlihatkan upaya DLHK Provinsi Bengkulu dalam memanfaatkan peluang pendanaan internasional untuk mendukung agenda pembangunan daerah.

Di tengah efisiensi APBD, sumber pembiayaan alternatif dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keberlanjutan program lingkungan dan kehutanan.

Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta capaian program yang terukur.

Dengan dukungan hibah tersebut, program konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan lestari di Bengkulu diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Selain mendukung perlindungan ekosistem daerah, langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi Bengkulu terhadap pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Apa Pendapat Anda?

Gaharu Bengkulu Bernilai Ekonomi Tinggi Menanti Investor untuk Bangun Industri Hilirisasi